Senin, 28 April 2014

CuNang via Pura - Gada Kapoknya!!

Cerita seru jalur Curug Nangka melalui jalur belakang Pura Jagatkartta yang kami coba pada tanggal 23 Maret 2014 telah membuat penasaran teman di komunitas. Penasaran untuk mencoba tanjakan, blusukan di hutan dll. Untuk mengobati penasarnnya maka libur tanggal 19 April 2014 dijadwalkan mengulang kembali jalur tersebut. Cuma kami tidak gowes dari KM0 (base TRACK20) tapi dari kompleks Bank samping Balaikota Bogor.
persiapan di Kompleks Bank

Cek perlengkapan...

Difa siap beraksi

Abah pemanasan nuntun Sepeda

Dengan menggunakan 2 kendaraan, pk.07:00 (Sabtu, 19 April 2014) kami meluncur menuju Kota Bogor. Pak Yuyu berdua dengan Abah, PaMen bersama Difa dan saya (Onwar). Sekitar pk.07:25 kami tiba. Setelah persiapan dan sarapan BKI DKI PRT (Bubur Kacang Ijo Dan Ketan Item Pake Roti Tawar)... pk.07:45 kami meluncur menyusuri Jl.Juanda untuk menuju BNR melalui Empang, Batutulis, Layungsari.

Kami tiba di BNR (Jungle Water Park) sekitar pk.08:15. 
BNR

Tidak berhenti, perjalanan dilanjut menyusuri jalan setapak yang membelah kebun dan sawah. 
Motong jalan....

viewnya bagus juga

gowes menuju gunung

cari tempat istirahat

Warung Gado2 yang jual Lontong Sayur

Lumayan lah...

Kami baru beristirahat di Desa Tamansari, di sebuah warung Gado-gado.

Perjalanan dilanjut... Pertigaan Calobak kami belok kiri. Jalan yang menanjak membuat perjalanan rada tersendat-sendat.... Jalur jalan tembok yang mengarah Pura merupakan jalan yang super dahsyat!!

Tanjakan tanpa akhir....

dengkul terasa copot

bonus turunan nih...
Menjelang Pura, kami diberi sebuah turunan... tetapi langsung dihadapkan dengan tanjakan lagi!

terus diganjar tanjakan ini....

dorong abis....

untung sempet pemanasan nuntun
Pk.11:00 kami tiba di Pura. Istirahat sejenak di warung.
Di Warung depan Pura

Warung depan Pura juga
Kami menyempatkan diri masuk ke dalam Pura. Waktu pertama kali ke sini, kami bisa dengan bebas masuk ke areal Pura ternyata sekarang sudah tidak bisa. Untuk pengunjung disediakan jalur khusus yang tidak melewati gerbang. Jalan setapak mengitari gerbang yang berakhir di lapangan dalam Pura. Areal untuk pengunjung dibatasi oleh batas berupa pagar dari Tali Plastik.
Gerbang Pura Jagatkartta

dalam Pura
Tidak lama di Pura, kami melanjutkan perjalanan dan istirahat kembali sambil menunggu waktu Dzuhur di Masjid belakang Pura.
Shalat Dzuhur di Masjid di belakang Pura
Pk.12:20 kami melanjutkan perjalanan. Cuaca cerah.... tidak ada kabut!
Tanjakan parah di depan Masjid

makadam yang nanjak...

Abah....

mulai turun....

Masih ada jalur kendaraan...

Masih bisa digowes

Ujung masa gowes

dorong n tuntun di Hutan Pinus

masih dorong n tuntun
Pk.13:00 kami berhasil keluar dari Hutan Pinus dan masuk ke kawasan Curug Nangka.

Hujan turun secara tiba-tiba sehingga diputuskan untuk tidak masuk tetapi langsung menggenjot sepeda ke arah pulang. Hujan yang bertambah deras membuat kami terpaksa berteduh di sebuah warung.
Berteduh di sebuah warung di CuNang
Ketika hutan sudah sedikit reda... kami langsung cabut. Menyusuri jalur menuju BNR, Empang, Jl. Juanda.

Tiba di Bojonggede pk.16:30... Alhamdulillah...

Jumat, 04 April 2014

Tour de Saguling [2]

Sambungan dari Tour de Saguling [1]

Ketika kami tiba, waduk telah ramai oleh pengunjung.... ternyata hanya kami rombongan yang bersepeda. Selain kami semua menggunakan kendaraan bermotor.

Dengan pendapat bahwa gambar itu bercerita lebih banyak dibanding tulisan maka berikut ini adalah toto-foto ketika berada di Bendungan.....




















































































Pk.14:30 kami meninggalkan Bendungan Saguling.... Kami kembali melalui jalan yang sama dengan ketika kami datang sehingga turunan sepanjang 2km yang kami lalui ketika akan memasuki areal Bendungan akan berubah menjadi TANJAKAN!!! Akibatnya? Kami berebut naik Pikep!!! Hahaha... tapi tidak semuanya ikut sih... masih ada beberapa orang yang tetep gowes.... 

Tidak sampai garis akhir kami berpikepria.... ketika tiba di titik tertinggi, di 760mdpl, semua goweser pikeper menurunkan sepedanya dari atas pikep. Dari sini semua menggowes sepedanya.... jalanan yang 98% turunan sampai dengan Power House membuat rombongan berantakan.... Semua terrating berdasarkan keberanian ngebut di turunan hahaha.....

Saya yang kalau diruntut nasabnya adalah termasuk turunan orang kuat (kalo tanjakan kembali jadi orang ga kuat hehehe....) ikut mencoba juga jalur turunan panjang ini. Pk.15:20 saya tiba di Power House. Di sini saya menunggu rekan yang ada di belakang untuk regrouping

Di sekitar Power House itu ada dua buah situs, yaitu Sanghyang Poek dan Sanghyang Tikoro. Kami hanya sempat melihat Sanghyang Tikoro yang diberi petunjuk jelas, yaitu plang nama. Sungai Citarum yang mengalir di belakang gedung Power House menyabang dua. Di mana salah satunya mengalir masuk ke dalam sebuah gua yang diberi nama Sanghyang Tikoro. Diberi nama Tikoro karena gua tersebut seperti lobang tenggorokan (Tikoro = Tenggorokan).



Ke mana selanjutnya air yang masuk ke dalam gua Sanghyang Tikoro sampai sekarang tidak diketahui  (katanya...).



P.15:30 kami melanjutkan perjalanan.... Dari Power House ini jalanan kembali menanjak sehingga kami kembali menjadi Pikeper.... mungkin rasa capek yang membuat semangat gowes terkuras habis.

Pk.15:45 kami tiba di pintu gerbang tempat kami memarkirkan mobil. Setelah membereskan sepeda, kami istirahat sejenak di sini....






Tiba di Ciranjang, bermandiria dilanjut bermakanria kemudian beristirahatria... para supir diharuskan tidur untuk menghindari kelelahan di jalan. Apalagi mendengar kabar bahwa jalur puncak sudah muacet buanget!!!




Kami akhirnya berangkat dari Ciranjang pk.20:30 dan tiba di Bojonggede pk.04:00.... Alhamdulillah...

Objek menarik di jalur Saguling