Gowes Tunggu Kuliner

Gowes dan kuliner itu bagi kami sepertinya susah untuk dipisahkan. Kuliner menjadi bumbu pelengkap di tengah kegiatan gowes. Tempat kuliner dijadikan sebagai tempat mengaso untuk mengistirahatkan kaki sebelum lanjut gowes. 

Tetapi ada beberapa tempat kuliner yang memiliki kekhasan sehingga menarik bila dijadikan tujuan gowes. Oleh karena itu ada beberapa kegiatan gowes yang memang tujuannya adalah untuk mengunjungi tempat kuliner yang memiliki kekhasan tersebut. 

Yang jadi kendala adalah waktu buka tempat kuliner tujuan tersebut biasanya rada siang atau malah ada yang memang mereka buka mulai di siang hari. Sedangkan kegiatan gowes untuk menghindari panas matahari keberangkatan dari base itu di pagi hari. 

Ketika kami gowes dengan tujuan Kelapa Kopyor Bogor sedangkan mereka baru buka jam 9:00. Posisi TKP sekitar 17 km dari base. Jarak sejauh itu bisa ditempuh gowes santai dalam waktu sekitar 1,5 jam sedangkan kami dengan alasan menghindari panas berangkat sekitar jam 6:00 atau telatnya jam 6:30. Jadi secara matematis masih ada waktu tunggu sekitar 1 jam ke waktu buka. 

Untuk mengurangi terlalu lamanya waktu tunggu di lokasi yang dilakukan adalah kami gowes melambung. Jalur terdekat adalah menggunakan jalur Cilebut, Kebon Pedes lanjut ke Jembatan Merah dan berbelok ke arah Ciomas/Cibalagung, kami sengaja mengambil jalur ke arah Tugu Kujang dan mampir dulu ke Tukang Bubur di Cidangiang.  

Gowes Tunggu Kuliner
Sarapan Bubur di Cidangiang

Walaupun tetap saja ketika kami tiba di tujuan, Kopyor Bogor masih belum bisa menerima pesanan karena kami tiba masih sebelum waktu buka, pk.09:00.

Perjalanan gowes kami ke Kopyor Bogor kami ceritakan sendiri di sini.

Gowes Tunggu Kuliner
Masih belum buka

Menggunakan jurus gowes melambung juga dipakai ketika kami akan menuju ke Ayam Tangkap Makmur yang berada di sekitar Taman Corat-coret. Kami sengaja berangkat melalui jalur menuju Katulampa. Belok kanan menuju Jl.Wiradireja dan akhirnya bertemu jalan Pandu Raya. 

Walaupun kami sudah mencoba melambung agar waktu gowes lebih lama tetap saja kami tiba di tujuan sekitar jam 9:00. Waktu buka normal mereka adalah jam 11:00 tetapi ketika dihubungi via telepon mereka bersedia memberi toleransi untuk buka lebih cepat untuk melayani kami yang tiba sekitar jam 9-10:00an.

Ayam Tangkap Makmur
Tiba sekitar jam 9:00an
Ayam Tangkap adalah makanan khas Aceh yang bahan dasarnya adalah Ayam Kampung yang dicampur bumbu dan rempah-rempah kemudian digoreng bersamaan dengan Daun Kari. Dan Daun Kari Goreng ditaburkan di atas Ayam. 

Ayam Tangkap Makmur
Menunggu pesanan

Setelah menunggu yang lumayan lama karena memang belum waktunya mereka buka... akhirnya Sang Ayam Tangkap tampil juga di meja.

Ayam Tangkap Makmur
Penampakan Ayam Tangkap

Kampung Kecil yang berada di belakang Vivo Mall menjadi tujuan gowes karena sekalian ada janjian dengan rekan lain. Jam buka mereka adalah jam 10:00. Berjarak sekitar 14 km dari base atau sekitar 1 jam gowes membuat kami harus mau memundurkan waktu keberangkatan. Kebiasaan berangkat pagi untuk menghindari panas dengan terpaksa dimundurkan ke jam 8:30 untuk menghindari menunggu yang terlalu lama di TKP.

Tiba di tujuan jam 9:30

Menunggu buka dan dilayani 

Kami tiba di TKP jam 9:30an. Lumayan menunggu sekitar setengah jam lebih sebelum hidangan yang pesan tiba.

Komentar

Postingan Populer