Gowes kali ini untuk mencoba kembali jalur Cianten. Dipilih karena : rindu akan keindahan alamnya, senang akan kelengkapan jalurnya, dan menamatkan jalur yang pada gowes sebelumnya belum tuntas dijalani serta juga untuk mengenalkan "keganasan" jalur ini pada goweser2 "junior" yang baru ikut kali ini <ehm...!!!>
Hari Minggu, 13 Oktober 2013 pukul 06:00, rombongan berangkat menuju Warung Mang Ujang di Cianten. Goweser yang ikut adalah : Pa Jo, PaChe, Handi, Fara, PaMen, BuMen, Difa, Pa'Hadi, Pa'DW, Pa'Nasir, Naufal, Abah, Pa'Yuyu, Zoelvy dan saya (Onwar).
 |
| Sepeda sudah digantung |
Rombongan tiba di Warung Mang Ujang - Cianten pk.08:50 yang langsung menyambar makanan yang tersaji di Warung. Lumayan lama.... acara sarapan, menyiapkan sepeda dan ritual-ritual lainnya membutuhkan waktu 1 jam. Cuaca saat itu mendung...
 |
| Tiba di Warung Mang Ujang |
Pk.09:50 setelah wejangan singkat dari PaChe sebagai Paketu rombongan berangkat. Cuaca yang mendung berubah menjadi hujan rintik-rintik melepas keberangkatan kami. Dan berubah menjadi hujan yang cukup lebat ketika kami mencapai single track pertama. Jalur tanah dan rumput menjadi licin... dan kalau kurang berhati-hati kita bisa menjadi geletak di atas jalan nemenin sepeda yang ikutan geletak.
 |
| Hujan turun rintik-rintik |
Berteduh di Saung Tembok sambil menunggu redanya hujan yang cukup lama membuat jiwa-jiwa narsis dan alay terbangkitkan. Berposelah di antara pohon-pohon Teh.
 |
| Di antara pohon Teh |
Pk.10:55 hujan mereda, rombongan kembali ke atas tunggangannya masing-masing. Keluar dari Single Track dan menuruni jalan batu menuju Emplasemen PT Perkebunan VIII Kebun Cianten. Seperti pribahasa dari kampung sebelah : jangan senang bertemu turunan karena sebentar lagi akan bertemu dengan tanjakan, dan benar saja.... di depan mata tersaji tanjakan panjang .... jalan yang berupa batu-batu lepas berganti dengan jalan aspal yang aspalnya tersisa sedikit saja habis terkikis air.
Akhir tanjakan adalah pertigaan di mana jalur yang akan kami lalui adalah Jalan Tembok. Kami beristirahat sambil menunggu rombongan lengkap. 20 menit kami istirahat di sini.
Menunggu di pertigaan
Pk.11:40 kami meninggalkan saung di pertigaan, mulai menyusuri jalur tembok. Jalur turunan dilanjut dengan jalur tanjakan tanpa habis (rasanya....)
Tiba di Kebun Teh.... jiwa-jiwa narsis kembali terbangkitkan.
 |
| Kebun Teh setelah tanjakan |
Perjalanan dilanjutkan dan pk.11:55 kami tiba di Sumur Geotermal (?) cuma sayang sekarang memiliki gerbang yang terkunci dengan plang yang bertulisan : UN AUTHORIZED PERSONNEL IS PROHIBITED TO ENTER PROJECT AREA.... artinya mah dilarang masuk aja lah... hehehehe... Jadi aja cuma bisa berpose di gerbang yang terkunci.
 |
| Sebelumnya area ini tidak dipagar begini |
Dan tibalah ke Jalur Single Track yang menarik. Jalur turunan tanah yang baru terguyur hujan membuat gowes berasa ngeri-ngeri sedap..... salah handling akibatnya nyungsep. Kalau mendapati turunan yang full tanah, banyak goweser yang memilih menjadi tuntuner dari pada jadi ngusruker hahaha....
 |
| Jalur berupa jalan setapak tanah |
 |
| Menjelang akhir jalan setapak |
Ujung Single Track adalah jembatan yang terbuat dari sebatang Besi H Beam yang melintang di atas sungai. Sepertinya jembatan H Beam bakal tinggal kenangan melihat banyaknya orang yang sedang bekerja di bawahnya... sepertinya sedang menyusun pondasi yang sepertinya untuk membangun jembatan yang sepertinya akan permanen (sepertinya saya kebanyakan pake kata sepertinya...). Kami istirahat sebentar saja di sini.
 |
Jembatan dari Besi H Beam
|
Kami mengayuh lagi sepeda dan beristirahat di sebuah warung di Cibunian. Di seberang warung sedang dibangun sebuah waduk kecil untuk supply air ke PLTA (katanya...). Kami makan-makan, minum-minum, ngopi-ngopi dan shalat dzuhur di sini... maksute... makan, minum dan ngopi di warung, tapi shalat sih di masjid deket warung.
Pk.14:00 kurang sedikit perjalanan dilanjutkan. Tanjakan parah hampir habis.
Di Jalan Pamijahan yang sudah beraspal halus dan banyaknya turunan kami bisa gowes nyaman. Walau masih ada beberapa tanjakan yang lumayan panjang.
 |
| Jalan Pamijahan |
Pk.15:00 kami tiba di penampungan air PLTA. Air ditampung untuk kemudian dialirkan melalui pipa besar ke kolam penampungan air yang lebih besar.
 |
| Di kolam penampungan |
 |
| Pipa mengalirkan air menuju Kolam Tando |
Menyebrang jalan raya, kami masuk menyusuri jalur Pipa yang dipendam. Berpose sebentar di Kolam Tando Harian (KTH) Sub Unit Kracak.
Dan akhirnya.... kami tiba di Jalur Tangga...... (pk.15:35)
 |
| Kolam Tando |
 |
| Tangga panjang |
Tiba di PLTA Kracak pk.15:40....
 |
| Istirahat dan persiapan pulang |
Sampai jumpa di gowes-gowes jalur lain.... Salam....
yang bendungan dan lain-lain segera diupload pa On.........., tapi yang saya jatuh nggak usah ya.....
BalasHapusdingin gk....dingin gk.......
BalasHapus