Kuliner Sepanjang Jalur Gowes

Motto dari TRACK 20 adalah "Pantang Pulang sebelum Kenyang" yang salah satu artinya adalah dalam setiap kegiatan gowes selalu menyisipkan waktu acara makan di warung-warung yang berada di jalur yang dilewati. Sampai-sampai ada jalur yang dinamai sesuai dengan jalur kuliner yang dilaluinya, yaitu JBR, Jalur Bubur Rahmat. Bubur Rahmat adalah Bubur Ayam yang mangkal di dekat Pintu Perlintasan Kereta Cilebut.

Kalo merencanakan suatu jalur untuk trek besok hari, yang ditanya terlebih dahulu itu : kita sarapan apa dan di mana.... hahaha.....

Kami hafal, kalau gowes ke arah Nirwana Residen maka kami akan makan di Warung Soto Ayam, kalau gowes ke arah Kebun Sawit maka kami akan makan di Warung Nasi Uduk yang ada jeng***-nya (baca jengkolnya pelan-pelan ya....)

Nasi Uduk di Tonjong

Bubur Ayam di Keradenan

Masih Bubur Ayam di Keradenan

Soto Mie Pak Salim di BNR/Jungle

Lahapnya makan Soto Mie Pak Salim

Nasi Uduk di jalan menuju Sentul

Nasi Uduk di Babakan Madang

Self Service.... terasa seperti warung sendiri

Soto Mie di Gunung Mas

Toge Goreng di Gunung Mas

Nasi Uduk di Babakan Madang


Teh Manis (Gada Nasi Uduk!!!) di Cikoneng

Sayur Asem di Cikatapis

Soto Mie di Keradenan

Sop Ikan di Rumah Hutan Cidampit

Supaya tidak terjadi masalah dalam hal pembayaran karena biasanya orang berebut untuk membayarkan (masa siiih....?!) kami mengaturnya dengan masing-masing goweser yang ikut sebelum berangkat itu menyetorkan uang maksimal sebesar Rp 20.000. Jadi nanti si kasirlah yang akan membayar tagihan. Biasanya setiap gowes itu uang kas yang terkumpul masih tersisa. Jika terakumulasi cukup banyak maka itu dimanfaatkan sebagai pengurang biaya bila kami akan gowes jauh yang membutuhkan biaya transport.

Komentar

  1. Wartawan kita makin lama makin creative n tajem juga neh, bravo Pa Onwar, bravo Track 20

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer